Di Sudut Kota

Aku berjalan dipinggiran pusat kota
asap dan debu mengganggu mata
ku dengar rintih dua bocah menangis
karena ibunya diperkosa

Tapi, mataku masih perih
tak sempat jelas lihatnya
ku hibur dengan dua bungkus permen
si bocah tampak sangat gembira

Di sebuah gang disudut kota
samar-samar terlihat WC umum
langkah ku kesana untuk cuci muka
......katanya uang sewa dibayar dimuka...
sedikit ramai mungkin itu sudah biasa
.....keluar pintu, sosok penjaga sudah tanpa kepala

Langkah kaki masih tak mau berhenti
untuk mencari jawaban dari sebuah misteri
walau bayang kematian kerap mengahntui

12 Juli 2001

0 komentar: