bilik27

handsomebee

bilik27

handsomebee

bilik27

handsomebee

bilik27

handsomebee

bilik27

handsomebee

Tips Cari Cewek Buat Muka Pas2an Dan Berdompet Cekak

Gw punya beberapa trik-trik bagus nih yang wajib dimiliki para juragan:

1. Muka Badak Hati Baja
Buat yang punya wajah pas-pasan ... alias ganteng enggak, buruk rupa udah pasti ! Enggak usah minder dulu ... lu mesti nunjunkin modal lain yang bisa bikin cewek tertarik . misalnya kalo lu jago ngomong atau ngebuat humor-humor kocak itu juga bisa buat menarik perhatian cewek yang lu incer ... Nah apalagi kalo lu punya kemampuan dalam bidang olahraga atau musik ... pasti bakal jadi nilai tambah buat ngedeketin dia....


2. Otak Lebih
Asal tauk gan .... sekarang tuh cewek udah pinter-pinter .... kebanyakan punya wawasan luas di berbagai bidang dan selalu meng-update informasi terbaru ... Oleh karena itu kita jangan mau kalah ... kalo bisa kita harus selangkah lebih maju dari si dia ... biar makin tertarik ...

3. Bersih Dan Wangi
Ini yang susah bagi para cowok buat dilakuin ... tapi rata-rata tuh semua cewek suka ama cowok bersih dan wangi .... Emang sih , ada juga cewek yang suka ama cowok yang tampilannya agak berantakan, dibandingkan cowok necis .... Tapi kalo seberantakan-seberantakannya cowok, pasti ogah kalo ceweknya bau dan dekil ... mana ada yang mau deketin ... enggak selamanya cowok bersih dan wangi tuh brarti cowok genit ....

4. Just Be Yourself
Bukannya jaman jaim-jaiman gan ... karena banyak cewek yang trauma ama cowok jaim ... awalnya sih tertarik banget karena cowok yang ngedeketin keliatannya baik dan perhatian ... tapi ketika dah jadian kok malah berubah banget ... Makanya dari awal tunjukin diri kita apa adanya... kalo kantong pas-pasan jangan sok tajir ... percaya deh kalo cewek bakal hormat ma kita ... __________________

muka pas2an dan berdompet cekak



dari : Ristedi A L

Catatan 26 Oktober 2012

Sekian lama menikmati hidup sendiri, hanya bersabar, mengamati, tersenyum miris dan mengangguk terpaksakan. duduk terinjak dan berdiri terjepit..

Belajar menganalisa dan memupuk motivasi diri, kurasa sekarang sudah lebih dari cukup. karena, jika terus begini, mau sampai kapan aku memulai..??

Sedangkan (mungkin) banyak yang gerah menunggu aku untuk berbuat sesuatu.

Hidup memang harus diperjuangkan, kadang memang harus sedikit dipaksakan. walaupun harus memulai dari bawah, bau dan berlumpur Tapi, setidaknya aku bisa berusaha merubah keadaan dan berdiri di atas kaki sendiri........karena ada tujuan yang ingin aku gapai.

Ya, mandiri atau mati..!!


Catatan 4 Desember 2012

Why...? When I wanted to show something...

Entahlah apa yang sudah terjadi, tapi semuanya memang telah terjadi. sangat sulit di ulang lagi.

Hidup ini memang membutuhkan konsistensi, mental yang kuat dan keyakinan yang teguh. Agar mampu terus berjalan walau kerikil-kerikil tajam menghadang.

Tapi, anehnya. Ketika separuh cobaan telah dilewati, separuh jalan telah dilalui dan impian sudah terlihat didepan mata. Kok jadi meragu??

Serasa ingin balik lagi, tak mau meneruskan perjalanan yang tinggal beberapa langkah.

Ketakutan dengan sesuatu cobaan yang lebih besar seolah membayang di pikiran. Padahal belum juga terjadi.......aneh.

Yaa...itulah hidup, tak bisa ditebak. Kalau mau tau bakal begini, lebih baik tak jalan sekalian dari awal...!!

Seperti judul catatan ini diatas "Why...? When I wanted to show something..."

"kenapa? ketika saya ingin menunjukkan sesuatu" mengapa berhenti ketika saya ingin menunjukkan apa yang telah saya raih selama perjalanan ini.

But Thats okey, saya bisa memulai lagi dari awal. Dari titik yang lebih baik.

"Thank you for the prayer and the spirit"


Ingatlah...

Ingatlah, pergunakanlah waktu beberapa saat untuk orang yang kamu cintai, karena mereka tidak akan berada di sekitarmu selamanya. Ingatlah, katakan hal yang baik pada orang yang memperhatikanmu, karena cepat atau lambat orang tersebut akan bertumbuh dan meninggalkan sisimu.

Ingatlah untuk memberikan pelukan hangat kepada orang terdekatmu karena hanya itulah harta yang bisa kamu berikan dan itu tidak membutuhkan biaya apapun. Ingatlah, untuk berkata "Aku mencintaimu" kepada orang yang kamu cintai dengan tulus. Sebuah ciuman dan sebuah rangkulan akan menyembuhkan luka saat datang dari dalam dirimu. Ingatlah untuk berpegangan tangan dan menghargai setiap waktu karena orang tersebut suatu hari tidak akan berada di sana lagi. Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara, dan berikan waktu untuk membagikan hal yang berharga di pikiranmu.


Share By : Hotata Indonesia & Inmaxpro Corp

Baca Ini Ketika Kamu Merasa Bosan



Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"


Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu : "Contohnya?"

Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. "Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria"

Catatan 11 Februari 2012

Saya bersyukur sekali di beri segala sesuatunya oleh "Pencipta saya". baik itu negatif, terlebih yg positif. memang benar dengan apa yang saya dengar, bahwa semua yang "Allah ciptakan itu tidak ada yang sia-sia. Dan baru saya pahami dan rasakan itu sekarang...dan semoga seterusnya.

Perlu diketahui kalau saya adalah orang yang "pemalas", bahkan mungkin sangat malas....iya, sangat malas. Tapi, Kuasa Allah memberikan sifat itu pada saya, sehingga saya pun akhirnya malas melakukan hal-hal seperti, minum-minum, dugem, narkoba dan pergaulan sex bebas. Alhamdulillah.

Itu hanya satu contoh kecil saja dari sekian banyak yang bisa kita syukuri dari hal-hal neatif pada kita. Karena kalau kita manusia, kita pasti banyak kekurangannya. entahlah dng mahluk selain manusia, saya kurang paham itu....^^

Semua dan segala hal memang sepatutnya harus kita syukuri. Dalam Al-quran disebutkan kurang lebih seperti ini

"Bahwa Allah menciptakan manusia sebaik-baik ciptaannya".

Namun seringkali kita salah persepsi, kita sering kali memaksakan untuk merubah apa-apa yang sudah Allah berikan pada kita, hanya karena kita ingin seperti orang lain, ingin seperti teman-teman kita, ingin seperti artis terkenal, dsb.

Padahal tidak harus seperti itu.

"Sesungguhnya apa yang menurut kamu itu baik, belum tentu baik di mata Allah..."

Memang kita dilahirkan berbeda-beda, berbeda fisik, sifat maupun status. Tapi di situ lah indahnya. coba bayangkan jika semua orang itu baik, kasihan pak Polisi tidak ada kerjaannya. atau jika semua orang itu kaya, hidup tentunya akan sangat membosankan.

Cobalah pahami sifat negatif ternyata memiliki nilai positif. Malah mungkin tidak ada yang namanya negatif.

"Sesungguhnya semua yang Allah ciptakan itu tidak ada yang sia-sia"



Teman, sesungguhnya Tuhan kita itu sangat baik sekali dan sangat pengertian sekali pada kita. dari segala hal nya sudah Beliau siapkan buat kita, Benar itu.

Kita hanya tinggal jalan dan ambil apa-apa yang sudah Beliau siapkan buat kita. Kita tidak harus mencari tapi, menjemput. Ingat loh, "Menjemput".

Coba....apa lahir ke dunia ini adalah keinginan dari kita..????

Tentu saja bukan, makanya hidup kita pasti sudah terjamin. Hanya tinggal kita syukuri saja.

Catatan 13 Juni 2009

Jika kebajikan yang kita lakukan adalah sebuah amanah yang besar, maka janganlah sekali-kali meminta yang lebih ringan.

Tapi, minta lah punggung yang lebih kuat agar dapat memikulnya.

Dan apapun permasalahan yang teman-teman hadapi dalam hidup ini, maka teman-teman harus tetap bersabar dan istiqomah dalam menghadapinya.

Yakinlah bahwa dibalik semua masalah tersebut,

Allah pasti sudah menyiapkan jalan yang terbaik buat teman-teman semua.



"Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak".(Ali bin Abi Thalib)

Sajak Jatuh Cinta Level Menteri

(Tanya)
Jika cinta kita tumbuh harum melemih
dan dunia menjadi saksinya
untuk apakah cintamu mengubah waktu dengan sadar dapat berbicara??

(jawab)
Cintaku untuk mengekalkan harumnya
hingga dunia tak perlu lagi mencari cinta
karena cinta akan selalu hidup disampingnya

Waktu, Ku Cium Tanganmu

"Mengapa ini terjadi tidak dari dulu?
mungkin saya tidak akan melakukan hal seperti sekarang ini...."

Terkadang kita sering terjebak dalam situsi yang demikian, membuat semua menjadi serba salah, menyesal karena merasa terburu-buru telah melakukan hal yang lain.
Waktu sepertinya senang sekali mempermainkan perasaan, entah apa alasannya tapi ini konyol sekali. Kita berharap sesuatu itu terjadi tapi justru tidak terjadi, namun ketika kita tidak berharap, hal  itu malah terjadi.

Lucunya ketika kita sudah tidak berharap lagi, sesuatu itu malah terjadi dan kita terlambat untuk itu.
Ya...saya terlambat untuk itu, karena sekarang sepertinya sangat mustahil untuk melakukan itu. Walaupun perasaan ingin begitu besar.

Hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.......Kau pintar sekali....waktu.

Dokter RSJ di Kejar Orang Gila

Seorang calon dokter jiwa sedang berlatih praktek di sebuah rumah sakit jiwa.

Pada suatu hari, seorang pasien penyakit jiwa tiba-tiba mengejarnya dengan tangan memegang sebilah pisau dapur. Calon dokter yang masih muda itu dengan gesit segera berlari membelok, akhirnya ia sampai ke sebuah jalan buntu dan tak bisa berkutik lagi.

Di dalam hati ia berpikir: "Celaka dua belas, kali ini aku benar-benar akan mati konyol dah."

Tetapi sama sekali di luar dugaan, pada saat yang sangat genting ini, pasien yang mengejarnya tersebut tiba-tiba berkata: "Ayuk, ambillah pisau ini, sekarang giliranmu yang harus mengejar diriku!"


Kakatua Yang Pandai Bicara

Hartono: "Hasan, aku dengar kamu telah membeli seekor kakaktua yang pandai bicara. Sekarang bagaimana, apakah ia masih hidup?"

Hasan: "Aduh, jangan nyinggung-nyinggung hal ini lagi dah, belum sampai seminggu ia sudah mati."
Hartono: "Apakah ia mati karena sakit?"

Hasan: "Bukan, ia getol bertanding bicara dengan isteriku, akhirnya mati karena kecapekan." 

Kupu-Kupu Memilih Kawin Dengan Bekicot

Lebah sangat menyukai kupu-kupu, maka itu ia dengan mati-matian mengejar si kupu-kupu, tetapi kupu-kupu itu akhirnya kawin dengan bekicot.

Lebah sudah tentu sangat tidak terima: "Ah, coba kamu tunjukkan di mana kekuranganku dan di sisi mana pula aku tak dapat menandingi si bekicot?"

"Dia bagaimana pun juga mempunyai rumah sendiri, mana seperti kamu sepanjang hari kerjanya hanya tinggal di asrama kolektif." Jawab kupu-kupu itu dengan tenang.

Sejarah Perayaan Tahun Baru

     

Sedikit terlambat memang membahas Tahun Baru setelah 23 hari berlalu, tapi saya yakin diantara sahabat ada yang masih belum tahu sejarah nya. Padahal setiap tahun tidak pernah absen kongkow dan melek bareng kawan-kawan untuk menunggu waktu pukul : 00.00, yang diiukuti gemuruh cetar-cetir kembang api di udara, menandakan pesta perayaan Tahun Baru dimulai.  

Tahukah Agan n Aganwati ? kalau Perayaan tahun baru merupakan perayaan tertua di dunia. Namun, di masa Babylon kuno silam, tahun baru tidak dimulai pada awal Januari.


Perayaan tahun baru era Babylon kuno 2000 tahun sebelum masehi diawali pada musim semi, tepatnya akhir Maret menurut penanggalan modern. Penetapan ini berdasarkan anggapan bahwa musim semi adalah masa memulai lembaran baru. Ketika itu, masyarakat di zaman Babylon kuno merayakan tahun baru selama sebelas hari berturut-turut.


Kebiasaan ini berlanjut di Kekaisaran Romawi. Namun, karena pergantian beberapa kaisar, maka penanggalan ala Romawi menyesuaikan dengan rotasi matahari. Di tahun 153 sebelum masehi, Kekaisaran Romawi menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun baru.


Namun sumber lain mengatakan bahwa Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (Sebelum Masehi). Perayaan tersebut terjadi tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM menjadi kalender Julian (atau kalender Julius).
Dengan demikian, perayaan tersebut sejatinya bukan untuk merayakan tahun baru (1 Januari), melainkan untuk merayakan pergantian penanggalan tradisional Romawi menjadi kalender baru buatan Julius Caesar, sekaligus merayakan penobatan Julius Caesar menjadi kaisar Roma.

          Julius Ceasar

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.
Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari (setara dengan 12 bulan) dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.
Awalnya penanggalan tradisional Romawi dimulai pada tanggal 1 Maret dengan jumlah hari sebanyak 304 hari atau setara dengan 10 bulan. Adapun nama-nama bulan pada kalender tradisional Romawi adalah:
  1. Martius,

  2. Aprilis,

  3. Maius,

  4. Junius,

  5. Quintilis,

  6. Sextilis,

  7. September,

  8. October,

  9. November, dan

  10. December.
Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Itulah penyebabnya mengapa ada tahun kabisat (bulan Februari berjumlah 29 hari) dan tahun biasa (bulan Februari berjumlah 28 hari).
Adapun mengenai perubahan nama bulan ke-7 dan ke-8 menjadi bulan Juli dan Agustus ceritanya adalah sebagai berikut. Tidak lama sebelum (Julius) Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia (Caesar) mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Lalu, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Dengan demikian, nama-nama bulan pada kalender Julian ini menjadi:
  1. Januarius (January)

  2. Februarius (February)

  3. Martius (March)

  4. Aprilis (April)

  5. Maius (May)

  6. Junius (June)

  7. Quintilis, diganti menjadi: Julius (July)

  8. Sextilis, diganti menjadi: Augustus (August)

  9. September (September)

  10. October (October)

  11. November (November)

  12. December (December)



Jadi, ternyata perayaan tahun baru sudah dilaksanakan sebelum tahun 1 Masehi. Lalu bagaimana dengan penetapan pergantian tahun ‘SM’ (Sebelum Masehi) menjadi tahun ‘M’ (Masehi)???

Kalender Masehi adalah kalender yang mulai digunakan oleh umat Kristen awal. Mereka berusaha menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1). Namun untuk penghitungan tanggal dan bulan mereka mengambil kalender bangsa Romawi yang disebut kalender Julian — kalender buatan Julius Caesar — (yang tidak akurat) yang telah dipakai sejak 45 SM.
Mereka (umat Kristen awal) hanya menetapkan tahun 1 untuk permulaan era ini. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian lalu disempurnakan lagi pada tahun pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. Penanggalan ini kemudian digunakan secara luas di dunia untuk mempermudah komunikasi.
Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab (المسيح), yang berarti “yang membasuh,” “mengusap” atau “membelai.”
Dalam bahasa Inggris penanggalan ini disebut “Anno Domini” / AD (dari bahasa Latin yang berarti “Tahun Tuhan kita”) atau Common Era / CE (Era Umum) untuk era Masehi, dan “Before Christ” / BC (sebelum [kelahiran] Kristus) atau Before Common Era / BCE (Sebelum Era Umum).
Jadi, awal tahun Masehi ini merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih. Oleh karena itu, kalender ini dinamakan menurut (nama) Yesus atau Masihiyah (Mesiah, Mesias, Messiah, atau Mashiach). Sementara itu, istilah Sebelum Masehi (SM) merujuk pada masa sebelum tahun tersebut.
Adapun bagi sebagian besar orang non-Kristen (umat agama lainnya) biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk (mengarah) kepada konotasi Kristen tersebut.

Sama seperti saat ini, warga Kekaisaran Romawi merayakan tahun baru dengan berpesta, mendekorasi rumah dan bertukar kado. Tahun baru juga dijadikan ajang memperingati salah satu dewa Romawi.


Perayaan ala Romawi membuat memicu pertentangan gereja katolik. Namun dengan semakin berkembangnya perayaan tahun baru di berbagai daerah, pihak gereja akhirnya ikut menetapkan 1 Januari sebagai tahun baru pada 1582.


Walau memiliki latar belakang berbeda, namun perayaan tahun baru dari zaman kuno hingga saat ini tetap memiliki makna sama, yakni bersyukur akan tahun lalu dan menyambut tahun baru dengan optimis. 


*dari berbagai sumber

Asal Mula Nama Bulan Kalender "Januari"


Januari adalah bulan pertama tahun dalam Kalender Gregorius. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda, Januari yang mengambil dari bahasa Latin Janus, dewa pintu.

Bulan (kalender, bukan bulan yang ada dilangit) tentu saja merupakan sesuatu yang tidak asing lagi untuk setiap orang. Dengan adanya Bulan, manusia sangat terbantu sekali dalam menjalankan aktifitasnya. Coba bayangkan kalau sampai sekarang tidak ada bulan/hari, pasti kita akan sulit untuk mengingat. pastinya akan pusing ketika ditanya hari ini hari apa? hari ini hari ke 127. besok hari ke 128 dan sebagainya

Nah, Ada yang mau tau tentang apa sih/ darimana asal usul nama bulan yang tentu saja sekarang dipakai oleh semua umat manusia setiap harinya? Berikut ini adalah penjelasan mengenai asal mula/asal usul dari Bulan Januari :

Asal usul nama-nama Bulan ternyata berkaitan erat dengan bangsa Romawi pada dahulu kala.

Dahulu sekali di kalender hanya ada sepuluh bulan. Tidak duabelas bulan seperti sekarang. Tapi salah seorang Kaisar Roma menambah dua bulan lagi sehingga menjadi duabelas bulan. Salah satu bulan tambahan itu adalah bulan Januari.

Mengapa bulan tersebut dinamakan demikian?
Bangsa Romawi percaya adanya Dewa Janus, yaitu dewa yang bermuka dua. Dewa Janus dikatakan bermuka dua, namun bermuka dua dalam konteks waktu yang dapat dijalankan. Setiap awal tahun kita biasanya memiliki resolusi tahun baru yang didapatkan dari dualisme masa yaitu masa lampau dan masa mendatang (dengan berpijak dari masa lampau, kita akan meraih masa depan) dan mengisi waktu diantaranya. Muka yang satu memandang ke depan, yang artinya selalu memandang ke masa depan. Sedangkan muka yang satu lagi memandang ke belakang. Artinya ia selalu mengingat pada hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu.

Untuk menentukan mana yang depan atau belakang, ditandai dengan wajah yang menghadap depan selalu tersenyum dan optimis, sedangkan yang menghadap ke belakang selalu terlihat muram dan sedih. Dewa  Janus, yang bisa pula berarti pintu, gerbang, gapura atau lorong masuk.

Berikut gambaran Dewa Janus menurut kepercayaan Bangsa Romawi

            

Bulan ini memiliki jumlah 31 hari.

*dari berbagai sumber